Home » Serenade Dua Cinta by Ade Nastiti
Serenade Dua Cinta Ade Nastiti

Serenade Dua Cinta

Ade Nastiti

Published
ISBN :
Paperback
428 pages
Enter the sum

 About the Book 

Selama bertahun-tahun Hening dihantui mimpi buruk. Dan mimpi itu selalu diakhiri dengan adegan ketika seorang pria gagah berambut keriting bergegas menjinjing koper meninggalkan rumah mereka. Kelak, ketika beranjak besar Hening menemukan bahwaMoreSelama bertahun-tahun Hening dihantui mimpi buruk. Dan mimpi itu selalu diakhiri dengan adegan ketika seorang pria gagah berambut keriting bergegas menjinjing koper meninggalkan rumah mereka. Kelak, ketika beranjak besar Hening menemukan bahwa kelahiran dirinyalah yang menyebabkan lelaki itu pergi. Tak seperti dua saudaranya yang lain, Hening terlahir dengan kulit terang dan rambut lurus. Sang ayah curiga, Hening bukanlah puteri kandungnya tetapi hasil hubungan istrinya dengan pria lain. Dalam kemarahan yang memuncak, lelaki itu pergi, kembali ke kampung halamannya di Flores. Sejak saat itu, Hening ingin seperti dua saudaranya yang berkulit gelap dan berambut keriting. Tanpa disadari, mimpi untuk bertemu dan diakui ayah kandungnya semakin menggumpal menjadi sebuah obsesi yang tak bisa dipadamkan.Jenuh menjadi wartawan di kota besar, Hening bermimpi untuk mengabdikan hidupnya di daerah terpencil. pemberdayaan masyarakat pada ribuan kecamatan di seluruh Indonesia. Dengan mudah ia mendapatkan lokasi tugas yang dinginkan: Kecamatan Riung, Ngada, Flores. Di situlah ayah kandungnya tinggal. Riung adalah kecamatan terindah yang pernah dilihat Hening. Di kawasan ini membentang pulau-pulau karang tak berpenghuni yang menakjubkan yang dikenal dengan Riung 17 pulau. Sejak pertama kali menjejakkan kaki di Riung, Hening telah jatuh cinta pada kecamatan cantik ini. Dengan cepat Hening mempelajari kebudayaan Riung yang unik. Kecintaannya yang besar pada tugasnya sebagai fasilitator menjadikan dirinya dengan mudah diterima masyarakat Riung. Dengan cepat ia menjadi bagian dari suku-suku yang ada di sana.Namun tak semua berjalan mudah. Seorang pemilik bungalow yang juga aktivis pencinta lingkungan menolak kehadirannya. Adrian Toring, pria itu, menganggap progran Hening dibiayai dari dana asing yang akan merusak masyarakat. Adrian menuduh Hening bagian dari ‘rentenir’ yang menjadi kaki tangan lembaga asing untuk menguasai kekayaan Riung. Anehnya, semakin sering keduanya bertengker, semakin ingin keduanya bertemu. Perlahan perasaan cinta menyusup.Hening pun harus memilih. Pada cinta tanpa pamrih Fajar, lelaki yang ia tinggalkan di Jakarta, atau cinta kepada Adrian, lelaki yang sebenarnya tak lagi sendiri itu.Riung adalah nyanyian riuh di hati Hening, yang berbicara tentang pencarian makna hidup, pengabdian, dan cinta yang paling tulus.***Saya membaca novel ini dengan tanpa sabar membuka halaman berikutnya dan dag-dig-dug menanti endingnya. Penulisnya berhasil mengisahkan perjuangan dan idealisme para aktivis dengan asyik- dijalin dengan cerita cinta yang suci dan mendebarkan!Dina Y. Sulaeman, penulis buku best seller Doktor Cilik Hafal dan Paham & Pelangi di PersiaNovel paling menarik yang pernah saya baca. Dalam banyak hal, Serenade Dua Cinta merupakan kisah paling relevan tentang Indonesia masa kini. Kisah perjuangan Hening dihiasi topik-topik tipikal era kini yg dikenal sebagai era globalisasi- era di mana batas ruang dan waktu menyusut mendekati ketiadaan. Cerita Hening adalah cerita khas manusia Dunia Ketiga yang dalam 3 dekade terakhir hidup di persimpangan occident-orient dimana nilai-nilai, tradisi dan keyakinan lokal-ketimuran harus berhadapan dengan nilai-nilai dan ide-ide global yang menyertai arus manusia serta materi dari Barat. Serunya interaksi disajikan dalam dialog-dialog tentang isu-isu developmentalism, environmentalism, gender, kemanusiaan, filsafat, teologi sampai masalah praktis seperti korupsi dan poligami. Semuanya dibalut dalam konteks kerumitan lokal khas Indonesia semacam kesukuan, adat istiadat, kekeluargaan, serta relijiusitas .Hebatnya, semua itu dikemas dalam kewajaran kisah keseharian sehingga tak menimbulkan kesan serius atau menggurui. Deskripsi keindahan Flores juga akan membuat Anda merasa wajib mengunjunginya!Yudi Irmawan, Research Student, Bradford University School of Management, United KingdomMembanggakan! Pelaku pemberdayaan diangkat dalam sebuah cerita yang dikemas secara apik dengan bahasa yang mengalir...Linda Ayu Citra, pelaku pemberdayaan pada kawasan tertinggal dan khusus di IndonesiaPembaca tidak saja disuguhi gagasan-gagasan kiritis tentang politik dan pembangunan, hak-hak masyarakat, keindahan alam flores, tetapi juga tentang sebuah idealisme dan perjuangan anak manusia untuk menemukan impian hidupnya. Ini semua yang membuat jalan ceritanya menjadi tidak monoton. Pembaca diberi kesadaran-kesadaran baru tentang berbagai hal dalam hidup ini, termasuk tentang cinta yang bagi semua orang adalah sesuatu yang misteri. Ide ceritanya variatif, menyegarkan, menegangkan dan mengasyikkan. Semoga novel ini bisa lebih banyak beredar dan dibaca masyarakat Flores.Aloysius Tao, aktivis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, Putra Flores, tinggal di Kupang.Melalui novel ini, saya jadi tahu kehidupan para fasilitator masyarakat. Pekerjaan yang sangat menantang dan mendebarkan namun juga indah dan mulia. Kisah ini membuka mata, betapa selain guru ada lagi pahlawan tanpa tanda jasa yang perlu dikenal, yaitu Fasilitator Masyarakat. Semoga semakin banyak tulisan yang mengupas kehidupan para pejuang pemberdayaan seperti dalam novel ini.Syarifah Utami, penikmat sastra, guru Bahasa Jerman di sebuah SMU di Bekasi